Tentang Shalat Sunnah
Dibalik Shalat Sunnah Fajar

Shalat sunnah fajar itu, maksudnya adalah shalat sunnah qabliyah subuh. Untuk itu marilah kita laksanakan shalat sunnah fajar sebelu shalat subuh. Tapi pada pembahasan kali ini akan ana paparkan tentang dibalik shalat sunnah fajar, mungkin saja ada hikmahnya dibalik itu semua. Ingin tahu apa itu? Silakan simak artikel islami tentang shalat sunnah fajar di bawah ini….

Allah swt adalah Zat yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi, Maha Pemurah
lagi Maha Adil. Begitu banyak nikmat dan pahala yang telah Allah swt
berikan dan janjikan kepada umat-Nnya yang taat kepada-Nya. Setiap
perintah ibadah yang diserukan kepada manusia, tidak lain dan tidak
bukan adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Setiap perintah ibadah
memiliki nikmat dan pahala yang begitu besar, yang telah dijanjikan
oleh Allah swt. Setiap perintah ibadah merupakan ladang nikmat dan
pahala bagi umat manusia. Jangankan pada ibadah yang wajib, ibadah yang
sunnah pun banyak sekali yang di dalamnya telah Allah swt tempatkan
nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik hanya oleh
orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.

Sholat sunnah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang
memiliki ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan
mengistiqomahkannya. Memang, sholat fajar ini merupakan salah satu
sholat sunnah yang jarang sekali diamalkan oleh umat muslim, meskipun
hanya dilakukan dalam dua rakaat yang ringan. Faktor penyebabnya hanya
satu, karena mereka harus bangun lebih pagi. Dan kenyataannya, sangat
sedikit sekali umat muslim yang memang sanggup untuk bangun di pagi
buta. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jamaah sholat shubuh yang hadir
disetiap masjid dan musholah. Untuk musholah, dapat penuh sampai satu
shaf saja sudah Alhamdulillah.

Seandainya setiap umat muslim
benar-benar mengerti dan memahami ganjaran apa yang ada dibalik sholat
sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut, niscaya mereka akan
berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi SAW, Beliau bersabda : “Dua rakaat (sebelum) fajar (shalat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Merujuk
pada sabda Rasulullah saw diatas, dapatkah kita bayangkan sebesar apa
atau seperti apakah sebenarnya nilai dari sholat sunnah dua rakaat
sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha
Pemurah.

Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang
dijanjikan Allah swt bagi orang-orang yang selalu mengistiqomahkan
sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar, hingga Rasulullah saw pun
sangat menjaga sholat sunnah tersebut daripada sholat sunnah yang
lainnya. Dan logikanya, kalau Rasulullah saw saja yang sudah dijamin
dengan surga masih sangat menjaga sholat sunnah tersebut, lalu apa yang
menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah saw yang pastinya tidak
pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk
mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat
tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.

Ummul Mukminin, Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW sangat menjaga shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bila dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya.”

Sholat
sunnah dua rakaat sebelum shubuh atau sholat sunnah fajar, atau yang
lebih dikenal dengan sebutan sholat sunnah qobliyah shubuh memang
bukanlah salah satu ibadah yang diwajibkan, namun sholat sunnah ini
merupakan salah satu ibadah yang sangat di anjurkan atau yang biasa
disebut dengan sunnah muakkad. Sholat sunnah ini dikerjakan
sebelum waktu fajar dengan jumlah rakaat yang ringan. Sholat sunnah ini
hanya terdiri atas dua rakaat yang dapat dilakukan dengan mudah dan
tidak perlu berlama-lama. Karena di dalam sebuah riwayat pun telah
dikatakan bahwa Rasulullah saw telah mengerjakan sholat sunnah fajar
dengan cepat, sehingga para sahabat mengira bahwa beliau tidak membaca
surat Al Fatihah.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah
saw membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama setelah membaca Al
Fatihah, dan membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca
surat Al Fatihah.

Meskipun dapat dilakukan dengan mudah dan
ringan, namun begitu banyak umat muslim yang tidak mau, tidak pernah
mengerjakan atau jarang sekali mengerjakan sholat sunnah fajar
tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah
karena ketidak tahuan mereka atas keutamaan dan keistimewaan sholat
sunnah fajar tersebut, malas karena harus dikerjakan di pagi buta,
sering bangun kesiangan, malas, dan lain-lain.

Selain membaca Al
Quran dan berdzikir, ada hal lain pula yang dapat dan boleh dilakukan
oleh seorang mukmin setelah selesai mengerjakan sholat sunnah fajar.
Kita diperbolehkan berbaring di atas lambung kanan seraya menunggu
datangnya iqomah. Hal ini sebagaimana di sabdakan oleh Rasulullah saw
yang artinya:

 Aisyah RA berkata : “Nabi SAW apabila selesai melaksanakan dua rakaat shalat sunnah fajar berbaring dengan bersandarankan lambung kanan”.

Begitu
besarnya Allah swt telah memberikan pahala dan nilai pada sholat sunnah
dua rakaat sebelum fajar, tapi begitu banyak pula manusia yang
mengabaikan dan meninggalkannya. Masih saja manusia berlomba-lomba
untuk menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengejar dunia
hingga mereka tak sanggup lagi membuka mata untuk melakukan sholat
sunnah fajar yang ringan tersebut. Mereka tak sanggup lagi untuk
mengangkat kakinya menuju tempat wudhu untuk melaksanakan sholat sunnah
yang penuh dengan keutamaan tersebut, yang Rasulullah saw sangat
menjaganya.

Bukankah Rasulullah saw telah memberikan rahasia
besar yang sangat menguntungkan bagi kita? Satu ibadah yang ringan dan
mudah, namun dengan nilai dan pahala yang melebihi dunia dan isinya.
Subhanallah. Semoga Allah swt senantiasa memberikan kekuatan kepada
kita semua untuk senantiasa mengistiqomahkan sholat sunnah fajar dengan
penuh keikhlasan. Amin.

Demikianlah dibalik shalat sunnah fajar yang saya sampaikan pada hari ini, semoga menjadikan sebuah motivasi untuk diri kita, agar selalu senantiasa melaksanakan shalat sunnah fajar ini. Semoga bermanfaat.

Sumber : madinatulilmi(dot)com

Rahasia Shalat Dhuha

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, beruntunglah bagi sobat semua yang selalu menjalani shalat dhuha, selain ada manfaatnya juga ada rahasianya. Apa rahasia shalat dhuha itu? Inilah jawabannya dari Ust. HM Arifin Ilham

Setelah amaliah memakmurkan masjid, amaliah harian lainnya yang sebaiknya dilakukan secara rutin adalah shalat dhuha. Shalat dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan saat matahari sudah sepenggalah naik. Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada umatnya agar mengerjakan shalat dhuha secara rutin.

Perintah Rasulullah ini ditegaskan berdasarkan hadits dari Abu Hurairah, berkata, “Kekasihku Rasulullah berpesan kepadaku tentang tiga hal: berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan shalat dhuha dua rakaat, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)

Begitu juga hadis oleh Anas, Rasulullah bersabda, ”Siapa yang mengerjakan shalat dhuha sebanyak dua belas rakaat, Allah akan membangun buat dirinya istana emas di surga.” (HR Tirmidzi)

Adapun rahasia dan khasiat shalat dhuha, dapat dipahami dari keterangan dua hadis berikut ini:

Rasulullah bersabda, “Seharusnya setiap tulang badan salah seorang di antara kalian setiap pagi agar bersedekah. Setiap tasbih bernilai sedekah, setiap pujian kepada Allah bernilai sedekah, setiap bacaan tahlil bernilai sedekah, setiap takbir bernilai sedekah, men yuruh agar berbuat baik bernilai sedekah, dan mencegoh orang yang berbuat mungkar bernilai sedekah. Semua itu dapat dimbangi dengan mengerjakan shalat dua rakaat, yaitu shalat dhuha. ” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

Buraidah meriwayatkan sabda Rasulullah, “Pada manusia terdapat tiga ratus enam puluh persendian tulang. Hendaknya setiap persendian itu bersedekah. Orang-orang bertanya, siapa yang dapat mengerjakan seperti itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Ada dahak di masjid, lalu ditimbun dengan tanah, atau ada suatu gangguan yang disingkirkan dari jalan. Bila tidak sanggup, maka dapat diganti dengan shalat dhuha sebanyak dua rakaat. Hal itu meniadai bagimu. ” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Tentang kedua hadits tersebut, Imam Syaukani berpendapat bahwa hal tersebut menunjukkan keutamaan mengerjakan shalat dhuha dua rakaat. Betapa tingginya nilai shalat ini. Bahkan dua rakaat shalat dhuha dapat menggantikan tiga ratus enam puluh kali bersedekah.

Selaiun itu, shalat dhuha juga bisa membukakan pintu rezeki dan panjang umur. Konon diceritakan menurut sumber yang terpercaya, bahwa ada seorang nenek renta berusia lebih dari 100 tahun. Si nenek masih dalam keadaan sehat. Pendengaran dan penglihatannya masih bagus. Ketika dikonfirmasi tentang salah satu rahasianya, ternyata si nenek rajin puasa sunnah, mengerjakan shalat tahajud dan shalat dhuha secara rutin.

Subhanallah. Betapa luar biasanya apabila kita selalu melaksanakan shalat dhuha, dan inilah rahasia shalat dhuha yang sesungguhnya.

Nah, bagi sobat yang masih belum melaksanakan shalat dhuha, mari segeralah melaksanakan shalat sunnah ini yaitu shalat dhuha, mudah-mudahan selalu istiqomah. Amin!

http://www.bhaktykasry(dot)com

Keutamaan Sholat Tarawih

Assalamu’alaikum,

Di hari pertama puasa ini, semoga kita semua di mudahkan dan di lancarkan sampai berbuka nanti dan yang pastinya semoga kita di jauhkan dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita hari ini dan hari berikut-berikutnya oleh Allah SWT. Amin!

Sahabat, hari ini saya mau berbagi artikel islami tentang sholat lagi, yang mana kali ini berjudul keutamaan sholat tarawih, Selamat membaca…

Sholat tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan sholat tarawih beristirahat  setelah melaksanakan sholat Isya empat raka’at. Sholat tarawih termasuk qiyamul lail atau sholat malam. Akan tetapi sholat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, sholat tarawih ini adalah sholat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.

Adapun sholat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan sholat tarawih hanya khusus dikerjakan di bulan Ramadhan. Sedangkan sholat tahajjud menurut mayoritas pakar fiqih adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah bangun tidur dan dilakukan di malam mana saja.

Para ulama sepakat bahwa sholat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, hukum sholat tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Sholat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Sholat tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam.

Imam Asy Syafi’i, mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa lebih afdhol sholat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah sebagaimana dilakukan oleh ‘Umar bin Al Khottob dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kaum muslimin pun terus menerus melakukan sholat tarawih secara berjama’ah karena merupakan syi’ar Islam yang begitu nampak sehingga serupa dengan sholat ‘ied.

Keutamaan Sholat Tarawih

Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah sholat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. Hadits ini memberitahukan bahwa sholat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya.

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil.

Kedua, sholat tarawih bersama imam seperti sholat semalam penuh.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang sholat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan sholat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ketiga, sholat tarawih adalah seutama-utamanya sholat.

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya sholat sunnah adalah sholat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena sholat seperti ini hampir serupa dengan sholat fardhu. Kemudian sholat yang lebih utama lagi adalah sholat rawatib (sholat yang mengiringi sholat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Sholat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah sholat kusuf (sholat gerhana) kemudian sholat tarawih. Wallahu’alam

Demikianlah, artikel islami tentang sholat sunnah yaitu sholat tarawih dan keutamaannya. Semoga apa yang sudah sahabat baca, dapat menjadikan sebuah pelajaran penting tentang sholat pada hari ini. Amin!

Suaramedia(dot)com

Niat Sholat Witir

Sahabat, mungkin dikalangan kita belum ada yang paham tentang sholat sunnah witir, oleh karena itu saya ingin memberitahukan melalui artikel islami tentang sholat sunnah yitu sholat witir dan niat sholat witir.

Sholat Witir dilaksanakan setelah melaksanakan sholat isya sampai terbit fajar (sebelum azan shubuh), sebanyak 3, 6, 7, 9, 11, dan sekurang-kurangnya 1 roka’at.

Kalau dilakukan lebih dari 3 roka’at, boleh di satu salamkan atau di dua-dua salamkan.

Niatnya yang 2 roka’at:

ushollii sunnatam minal witri rok’ataini lillaahhi ta’aalaa.

"Aku niat sholat sunnat witir 2 roka’at karena Allah Ta’ala".

Niat yang 1 roka’at:

ushollii sunnatal witri rok’atal lillaahhi ta’aalaa.

"Aku niat sholat sunnat witir satu roka’at karena Allah Ta’ala".

Niat sekaligus 3 roka’at:

ushollii sunnatal witri tsalaatsa roka’aatil lillaahhi ta’aalaa.

"Aku niat sholat sunnat witir tiga roka’at karena Allah Ta’ala".

Bacaannya setelah fatihah boleh membaca surat apa saja.

Demikian artikel islami tentang sholat yang dapat saya sampaikan semoga menjadi bahan untuk tuntunan sholat sunnah sahabat semua. Amin..

Tata Cara Shalat Tahajjud

Assalamu’alaikum. sahabat… Kali ini admin posting artikel shalat tentang Tata cara shalat tahajjud, tapi sebelum itu, admin akan menjelaskan apa itu shalat tahajjud.

Shalat Tahajud  adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.

Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud

Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00

Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00

Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

B. Niat shalat tahajud:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:

Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih

Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

E. Keutamaan Shalat Tahajud

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad saw:

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail

Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:

Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.

Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.

Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”

Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.

Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.

Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.

Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

Demikian Artikel Islami tentang shalat sunnah yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat…

mudah mudahan bermanfaat

Sumber dari : berdzikir.wordpress(dot)com

Niat Shalat Rawatib

Sahabat muslim yang dirahmati Allah, dikalangan umat islam di indonesia mungkin belum ada yang hafal bacaan dari niat shalat rawatib, maka dari itu admin memposting ilmu shalat sunnah yaitu niat shalat rawatib, namun sebelum itu kita harus mengetahui apa itu shalat rawatib

Nah disini admin akan menjelaskan seputar shalat sunnah rawatib berserta niat shalat sunnah rawatib. Mari simak bersama…

Shalat Rawatib adalah sholat sunnat yang dikerjakan sebelum ( qabliyyah ) dan sesudah ( ba’diyah ) sholat fardhu. Seluruh sholat rawatib yang dilakukan selama sehari semalam ada 18 atau 22 raka’at yaitu :

2 raka’at sebelum sholat shubuh
2 raka’at sebelum sholat zhuhur
2 atau 4 raka’at sesudah sholat zhuhur
2 atau 4 raka’at sebelum sholat ‘ashar
2 raka’at sesudah sholat maghrib
2 raka’at sebelum sholat ‘isya
2 raka’at sesudah sholat ‘isya

Diantara sholat-sholat tersebut ada yang disebut “SUNNAT MU’AKKAD” ( dengan warna kuning) artinya sunnat yang sangat kuat yaitu :

2 raka’at SEBELUM SHOLAT ZHUHUR, dengan niat :

Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’alaa.

2 raka’at SESUDAH SHOLAT ZHUHUR, dengan niat :

Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’alaa.

2 raka’at SEBELUM SHOLAT ‘ASHAR, dengan niat :

Ushalli sunnatal ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’alaa.

2 raka’at SESUDAH SHOLAT MAGHRIB, dengan niat :

Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’alaa.

2 raka’at SEBELUM SHOLAT ‘ISYA, dengan niat :

Ushalli sunnatal ‘isyaa-i rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’alaa.

2 raka’at SESUDAH SHOLAT ‘ISYA, dengan niat :

Ushalli sunnatal ‘isyaa-i rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’alaa.

Niat sholat sunnat sebelum sholat subuh :

Ushali sunnatash shubhi rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’alaa.

Keuntungan sholat sunnat sebelum shubuh, Rasulallah bersabda : dua raka’at sebelum shubuh itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

Cara mengerjakan sholat rawatib :

1. Niatnya menurut macam sholatnya
2. Tidak dengan adzan dan iqamah
3. Dikerjakan tidak dengan berjama’ah
4. Bacaan tidak dinyaringkan
5. Jika lebih dari dua raka’at, tiap-tiap dua raka’at satu salam
6. Diutamakan sebaiknya tempat mengerjakan pindah/bergeser sedikit dari tempat sholat fardhu yang baru dikerjakan.

Demikian artikel islami tentang shalat sunnah, semoga bermanfaat.

Sumber dari : inijalanku.multiply(dot)com

Niat Shalat Qashar

Sahabat, kali ini kita akan membahas tentang niat shalat qashar, mungkin dari kalangan kita belum ada yang tahu tata cara shalat qashar dan niat shalat qashar, dengan begitu admin memposting artikel islami yaitu niat shalat qashar di dalam blog tentang shalat sunnah. Selamat membaca…

Niat Shalat Qashar
1. Ushalli fardhu (ddhuhri/l’ashri/lmaghribi/l’isya’i) Jam’an, Taqdiiman (atau Ta’khiiran) lillahi ta’ala
aku niat shalat fardhu dhuhur /asar/magrib/isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan / diakhirkan dari waktunya), karena Allah ta’ala

2. Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Taqdiiman (atau Ta’khiiran) Qashran lillahi ta’ala
“aku niat shalat fardhu dhuhur /asar /isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan dari waktunya/ diakhirkan waktunya), karena Allah ta’ala

Niat shalat dalam perjalanan dengan Qashar tanpa jamak :
Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Qashran lillahi ta’ala.
Aku niat shalat fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (diringkas dari 4 rakaat menjadi dua rakaat /qashran dan tak ada qashran untuk subuh dan magrib)

Yaitu Qashar tanpa jamak, ia shalat dhuhur atau asar atau isya tetap pada waktunya, tidak dijamak, namun ia meng Qasharnya, hal ini boleh, karena Jamak tidak mesti Qashar, dan Qashar tak harus jamak.

3. Tentunya syaratnya adalah perjalanan lebih dari marhalatain (82km) bagi Qashar atau Jamak Qashar, dan perjalanannya bukan perjalanan maksiat, atau makruh, perjalanan untuk maksiat telah jelas, perjalanan untuk hal yg makruh misalnya menjual kafan atau peti mati, hal ini makruh, atau perjalanan demi membeli / menjual barang barang makruh, atau perjalanan makruh lainnya.

Dan perjalanan keluar dari wilayahnya sudah boleh jamak, tanpa qashar.

namun lafadh itu tadi sunnah hukumnya dan bukan merupakan rukun shalat, yg wajib ada adalah niatnya walau dalam hati.

Demikian yang dapat admin sampaikan pada hari ini, semoga menjadi ladang ilmu tentang shalat khususnya shalat sunnah bagi yang belum mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

Sumber dari : endrodanagama.blogspot(dot)com

Ayo Shalat Sunnah

Beberapa contoh shalat sunnah:

* [ ] Shalat malam
* [ ] Shalat tahyatul masjid
* [ ] Shalat fajar / qabliyah Subuh
* [ ] Shalat duha
* [ ] Shalat qabliyah Duhur
* [ ] Shalat badiyah Duhur
* [ ] Shalat qabliyah Ashar
* [ ] Shalat qabliyah Maghrib
* [ ] Shalat badiyah Maghrib
* [ ] Shalat awwabin
* [ ] Shalat qabliyah Isya
* [ ] Shalat badiyah Isya
* [ ] Shalat wudhu
* [ ] Shalat witir
* [ ] Shalat safar

Mari kita kuatkan tekad untuk memulai mengerjakan shalat-shalat sunnah mulai hari ini, karena shalat sunnah memiliki hikmah yang agung bagi kehidupan dunia maupun di akhirat.

Apa saja rahasia hikmahnya? Mengapa sangat dianjurkan shalat sunnah?

Hikmah Shalat Sunnah di Dunia

Shalat sunnah berfungsi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan amalan sunnah Allah lebih mencintai kita, memberi pertolongan dan mengabulkan doa-doa kita. Tentang hal ini Allah jelaskan dalam hadits qudsi sbb:

Dari Abu Hurairah, Rasul SAW bersabda: ”Bahwasannya Allah berfirman, yang artinya : ”Barangsiapa menentang seorang kekasih-Ku, sungguh Aku akan memeranginya. Tiada seorang manusia berusaha mendekatkan diri kepada-Ku, dengan AMALAN SUNNAH yang Aku senangi sesudah menyempurnakan amal ibadah yang Kuwajibkan atasnya, sehingga Aku menyintainya, maka terhadap orang yang demikian itu, Akulah sebagai pendengarannya, penglihatannya, dan tangan yang digerakannya serta kaki yang dijalankannya. Dan kalau ia memanjatkan doa, pasti Kupenuhi permohonannya, jika ia mohon perlindungan, pasti Kulindungi dia” (HR. Bukhari).

Hikmah Shalat Sunnah di Akhirat
Shalat sunnah memegang peranan yang sangat penting tatkala seorang hamba dihisab amalnya di hari kiamat. Peran pentingnya shalat sunnah adalah sebagai “penolong” apabila shalat wajibnya kurang sempurna.

“Awal pertama amal seseorang yang diperhitungkan kelak di hari Kiamat ialah shalat. Maka apabila ia sempurna shalatnya berbahagialah orang itu dan bebas dari siksa. Namun sebaliknya apabila ternyata kurang baik dan rusak shalatnya, celaka dan menyesallah orang itu. Dan kalau kekurangan itu terdapat pada shalat wajib, maka Allah menugasi malaikat supaya meninjau kembali shalat sunnah yang ia kerjakan, untuk menutup kekurangannya itu. Baru sesudah selesai mengenai perhitungan shalat, maka menyusullah amal-amal perbuatan lainnya” (HR.Turmudzi).

Ayo shalat sunnah

Sumber: http://akhmadtefur.com | Artikel Islami Tentang Shalat
Also incoming phrase: sholat sunnah, shalat sunah, tentang sholat

Rahasia Tentang Shalat Sunnah

Inilah rahasia besar tentang shalat sunnah

Secara umum, amalan sunnah berfungsi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Jika seorang hamba lebih dekat dengan Allah, maka:

- Menjadi hamba yang dicintai Allah

- Mendapat dukungan dari sang Maha Kuat dan Maha Bijaksana

- Doanya mustajab (terkabul)

- Mendapat perlindungan dari Allah SWT

Allah berfirman: ”Tiada seorang manusia berusaha mendekatkan diri kepada-Ku, dengan AMALAN SUNNAH yang Aku senangi sesudah menyempurnakan amal ibadah yang Kuwajibkan atasnya, sehingga Aku menyintainya, maka terhadap orang yang demikian itu, Akulah sebagai pendengarannya, penglihatannya, dan tangan yang digerakannya serta kaki yang dijalankannya. Dan kalau ia memanjatkan doa, pasti Kupenuhi permohonannya, jika ia mohon perlindungan, pasti Kulindungi dia” (HR. Bukhari).

Khusus untuk shalat sunnah, maka amalan sunnah yang satu ini sangat berperan penting untuk mendukung kesempurnaan shalat wajib. Peran ini menjadi begitu penting, meningat ibadah shalat adalah amal yang pertama dihisab.

“Amal seseorang yang pertama dihisab di hari Kiamat ialah tentang shalat. Maka bila dia sempurna shalatnya berbahagialah dia dan bebas dari siksa. Namun apabila ternyata kurang baik dan rusak shalatnya, celaka dan menyesallah dia. Dan kalau kekurangan itu terdapat pada shalat wajib, maka Allah menugasi malaikat supaya meninjau kembali shalat sunnah yang ia kerjakan, untuk menutup kekurangannya itu. Baru sesudah selesai mengenai perhitungan shalat, maka menyusullah amal-amal perbuatan lainnya” (HR.Turmudzi).

Inilah rahasia tentang shalat sunnah untuk menuju shalat sempurna.

Kw: tentang shalat, tentang sholat, shalat sunnah, sholat sunnah, pelatihan shalat by Imtra Training Center